Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi keuangan digital dan perilaku keuangan terhadap stres keuangan pada mahasiswa yang bekerja, dengan memeriksa perceived financial adequacy sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan survei kuantitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana kemampuan mahasiswa dalam mengelola alat keuangan digital dan praktik keuangan sehari-hari membentuk respons psikologis mereka terhadap tekanan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berkontribusi pada variasi stres keuangan, sedangkan perilaku keuangan memiliki pengaruh langsung yang terbatas. Perceived financial adequacy muncul sebagai sumber daya psikologis penting yang dapat menurunkan stres keuangan serta memperkuat efek kondisional literasi keuangan digital. Temuan ini menegaskan bahwa stres keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan dan perilaku, tetapi juga persepsi subjektif tentang kecukupan pendapatan. Penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan keuangan mahasiswa sekaligus mendorong penilaian yang realistis tentang kecukupan keuangan.
Copyrights © 2025