Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi kendala internal dalam pengelolaan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketidaksinkronan antar elemen organisasi UMKM HOCI berdasarkan model 7S McKinsey serta implikasinya terhadap efektivitas pengelolaan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi internal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HOCI memiliki kekuatan pada fleksibilitas operasional, kualitas produk, serta hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan, namun terdapat ketidaksesuaian antar elemen 7S, khususnya pada struktur dan sistem yang masih sederhana, tidak terdokumentasi, serta bergantung pada peran pemilik. Ketidakseimbangan antara hard dan soft elements berpotensi menghambat keberlanjutan dan pertumbuhan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan organisasi secara bertahap melalui penguatan dokumentasi, pendelegasian peran, dan pengembangan kompetensi internal penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan UMKM.
Copyrights © 2025