Penelitian ini menganalisis framing isu pemekaran Brebes Selatan dalam pemberitaan media online Jawa Tengah periode 2023–2025. Pemekaran daerah dipandang sebagai upaya mengatasi kesenjangan pembangunan, namun juga sarat kepentingan politik dan pertahanan administratif. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi perangkat sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data primer berupa berita dari Suara Merdeka, Jatengdaily, Brebesinfo, Tribun Tipikor, dan Suarabrebes, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akademik serta laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai isu pemekaran secara beragam: Jatengdaily menekankan aspirasi dan aspek geografis masyarakat, Suara Merdeka menggarisbawahi legitimasi administratif dan politik, sementara media lokal menonjolkan narasi perjuangan dan optimisme masyarakat. Perbedaan framing ini mengindikasikan bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik terhadap urgensi pemekaran, yang tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga politik dan ekonomi.
Copyrights © 2026