Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan proyek konstruksi gedung di Kota Serang dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko terkait keterlambatan proyek guna meningkatkan manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. AHP digunakan untuk mengevaluasi pentingnya berbagai faktor yang menyebabkan keterlambatan, seperti perubahan desain, kondisi cuaca buruk, dan keterlambatan penyerahan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya tenaga kerja dan perbedaan latar belakang pendidikan di antara pekerja secara signifikan mempengaruhi keterlambatan proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen risiko yang efektif sangat penting untuk meminimalkan keterlambatan dan memastikan penyelesaian proyek tepat waktu. Penelitian ini berkontribusi pada praktik manajemen proyek yang lebih baik dengan memberikan wawasan untuk mitigasi risiko keterlambatan dalam proyek konstruksi.
Copyrights © 2025