Di Kabupaten Balangan, banjir terjadi di lingkungan kawasan transmigrasi (Desa Lajar, Matang Hanau, Mundar dan Papuyuan Kecamatan Lampihong) dengan penyebab yang kompleks, seperti meluapnya sungai atau banjir kiriman yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kurang tertatanya saluran pada desa-desa tersebut sehingga menyebabkan air tidak mengalir ke sungai besar (Sungai Balangan), kurangnya pemeliharaan terhadap saluran dan alih fungsi lahan yang tinggi di daerah hulu saluran. Dalam penelitian ini solusi yang diberikan adalah dibuatnya sodetan, rencana tanggul dan pintu air dengan memperhitungkan debit banjir periode ulang 25 tahun dan 5 tahun. Dari hasil survey lapangan didapat eksisting saluran, tinggi genangan pada petak sawah, arah aliran, tata guna lahan dan kecepatan aliran. Pengukuran dilapangan menggunakan alat digital berupa waterpass sedangkan untuk pengukuran kecepatan aliran menggunakan metode pelampung. Hasil dari penelitian didapat tinggi genangan eksisting pada petak sawah mencapai 50 cm dengan luas area pertanian 0,61 km². Dari hasil analisa hidrologi didapat hujan rancangan periode ulang 25 tahun 169,43 mm Dan periode ulang 5 tahun 132,89 mm, untuk debit rencana periode ulang 25 tahun 138,4931 m³/det. Dimensi sodetan yang direncanakan mampu mengalirkan debit banjir periode ulang 25 tahun adalah lebar saluran 15 m dan tinggi saluran 2,5 m dengan kemiringan saluran 0,2 %.
Copyrights © 2025