Daftar Periksa Keselamatan Bedah (SSC) vital untuk keselamatan pasien, namun kepatuhannya bervariasi secara global. Tinjauan scoping ini menyintesis bukti mengenai kepatuhan SSC dan dampaknya terhadap kejadian tidak diinginkan pada pasien. Mengikuti pedoman PRISMA-ScR, 30 studi (2020–2025) dari Scopus, PubMed, dan Springer Nature Link dianalisis. Analisis tematik mengidentifikasi dimensi kunci termasuk komunikasi tim, hambatan implementasi, dan inovasi teknologi. Hasil secara konsisten menunjukkan bahwa kepatuhan tinggi yang ditandai dengan keterlibatan tim aktif dan bukan sekadar penyelesaian administratif secara signifikan mengurangi komplikasi bedah dan mortalitas. Sebaliknya, kepatuhan rendah sering kali disebabkan oleh ritualisasi dan hambatan hierarkis. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan berkelanjutan memerlukan pergeseran dari formalitas daftar periksa menuju budaya keselamatan matang yang didorong oleh kepemimpinan, adaptasi kontekstual, dan pelatihan antarprofesi. The Surgical Safety Checklist (SSC) is vital for patient safety, yet adherence varies globally. This scoping review synthesizes evidence on SSC compliance and its impact on adverse events. Following PRISMA-ScR guidelines, 30 studies (2020–2025) from Scopus, PubMed, and Springer Nature Link were analyzed. Thematic analysis identified key dimensions including team communication, barriers, and technological innovation. Results consistently show that high adherence defined by active team engagement rather than administrative completion significantly reduces surgical complications and mortality. Conversely, low compliance often stems from ritualization and hierarchical barriers. The review concludes that sustainable safety improvements require shifting from checklist formality to a mature safety culture driven by leadership, contextual adaptation, and interprofessional training.
Copyrights © 2025