Kasus keracunan pestisida di dunia berkisar antara 1 sampai dengan 5 juta orang setiap tahunnya, dan yang mengalami kematian sekitar 220.000 jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis hubungan pengetahuan, frekuensi penyemprotan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian keracunan pestisida. Analisis data dengan uji heterogenitas, funnel plot, uji egger, dan forest plot. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian keracunan pestisida (PR = 1.23; 95% CI: 1.15–1.73). Frekuensi penyemprotan tidak berhubungan signifikan (PR = 1.54; 95% CI: 0.72–3.25). Sebaliknya, penggunaan APD menunjukkan hubungan yang kuat signifikan (PR = 2.89; 95% CI: 2.34–3.56). Kesimpulan Petani dengan pengetahuan kurang baik dan yang menggunakan APD tidak lengkap atau tidak sesuai memiliki risiko lebih tinggi mengalami keracunan pestisida dibandingkan petani dengan pengetahuan baik dan penggunaan APD lengkap, sementara peningkatan frekuensi penyemprotan tidak terbukti berhubungan dengan keracunan pestisida dalam meta-analisis ini.
Copyrights © 2025