Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akibat tekanan akademik, tuntutan penyelesaian tugas akhir, dan masalah finansial. Art-Based Intervention berbasis craft menjadi pendekatan non-farmakologis yang dapat menurunkan stres melalui aktivitas kreatif dan relaksatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi seni craft terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group terhadap 130 mahasiswa. Kelompok intervensi mendapatkan sesi seni craft selama empat minggu dengan durasi 60–90 menit per pertemuan, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-42, dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan serta independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat stres yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05), dengan peningkatan kondisi normal dari 63,3% menjadi 93,3% setelah sesi ketiga. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p > 0,05) dan tetap berada pada kategori stres ringan hingga sedang. Secara keseluruhan, intervensi berbasis craft menurunkan tingkat stres hingga 50% dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, Art-Based Intervention berbasis craft efektif sebagai strategi pendukung psikososial dalam menurunkan stres mahasiswa tingkat akhir dan direkomendasikan untuk diterapkan di perguruan tinggi
Copyrights © 2025