Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan pengasuhan intensif, menjadikan pengasuh sebagai aktor kunci dalam promotif dan preventif. Beban pengasuhan yang tinggi dapat menurunkan kualitas hidup pengasuh dan memengaruhi efektivitas perawatan berbasis keluarga, dengan implikasi pada sistem kesehatan dan pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban pengasuh sebagai determinan utama kualitas hidup pengasuh ABK di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang, melibatkan seluruh pengasuh ABK yang bersekolah di SLB AGCA Center Manado (n = 88) melalui teknik total sampling. Beban pengasuh diukur menggunakan Caregiver Burden Scale, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh mengalami beban pengasuhan kategori sedang hingga tinggi, sementara kualitas hidup pengasuh secara umum berada pada kategori baik. Beban pengasuh terbukti berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pengasuh (p = 0,001). Temuan ini menegaskan perlunya integrasi dukungan pengasuh yang terstruktur, layanan psikososial, serta intervensi promotif–preventif dalam sistem kesehatan dan pendidikan inklusif di tingkat nasional dan daerah.
Copyrights © 2025