Diabetes sering disebut the great iminator dimana dapat menyerang semua organ tubuh penderitanya. Komplikasi ini muncul secara perlahan-lahan hingga pasien terkadang tidak menyadari komplikasi yang terjadi. Neruopati diabetika pada kaki meruapakan kerusakan saraf perifer akibat komplikasi mikro dan makro vaskuler. Meskipun masih terbatas, foot massage telah terbukti efektif mengurangi keluhan nyeri neuropati diabetes dan mampu mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh foot massage terhadap peningkatan sirkulasi darah pada pasien dengan neuropati di kaki. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one group pretest – posttest design. Sebanyak 15 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebanyak 60% responden adalah Perempuan,rerata usia 59 tahun(51-65 tahun),73,3% menderita diabetes ≥ 5 tahun, 53,3% mendapatkan terapi insulin subcutan dan antidepresan trisiklik. Intervensi foot massage dimodifikasi dari protokol penelitian sebelumnya, dilakukan sealama 3 hari (2 kali sehari masing-masing 15 menit). Kondisi sirkulasi darah dan sensitivitas kaki di ukur menggunakan pengukuran Ankle Brachial Index (ABI), saturasi oksigen, dan pemeriksaan monofillamen. Perbaikan kondisi sirkulasi darah terjadi pada 2 pasien. Sebanyak 93% responden merasakan lebih nyaman pada kedua kaki paska pemberian intervensi. Hasil uji statistic tidak menunjukan pengaruh signifikan pada saturasi oksigen, nilai ABI, dan pemeriksaan monofilamen sebelum dan sesudah pemberian foot massage (p-value 0,317;0,564;0,83) dibutuhakn intervensi dengan waktu yang lebih lama dan berkelanjutan serta dengan jumlah responden yang lebih banyak dan homgen untuk membutikan efektivitas foot massage. Pemberian intervensi ini hendaknya diberiakn oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan bersertifikat untuk hasil yang lebih baik dan dapat dilanjutkan oleh keluarga pasien secara mandiri.
Copyrights © 2025