Latar belakang: penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, salah satu jenis infeksi nosokomial tersebut adalah Ventilator Associated Pneumonia (VAP). VAP di tegakkan berdasarakan pemakaian ventilator mekanik setelah 48 jam, Pasien kritis dengan intubasi dan menggunakan ventilator dalam jangka waktu lama berisiko meningkatkan kejadian infeksi nosokomial, pemberian oral hygiene yang rutin dapat menurunkan tingkat kejadian VAP pada pasien kritis. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan pemberian oral hygiene terhadap penurunan resiko Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Ruang ICU RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan pendekatan cross-sectional. Uji statistik yang di gunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 88 responden. Instrumen yang di gunakan adalah lembar observasi CPIS. Hasil penelitian: Hasil uji Fisher Exact Test di dapatkan hasil p-value 0,000≤ 0,05 (α= 0,05) di peroleh hasil yang signifikan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan signifikan anatara pemberian oral hygiene terhadap penurunan resiko Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Saran: Di harapkan perawat melakukan oral hygiene rutin pada setiap pasien kritis sesuai dengan SPO yang sudah di tetapkan oleh rumah sakit.
Copyrights © 2025