Fenomena kekerasan atas nama agama, ujaran kebencian, serta menguatnya paham ekstrem di ruang publik menunjukkan adanya distorsi terhadap misi Islam sebagai agama yang membawa kasih sayang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penafsiran QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 tentang konsep rahmatan lil ‘alamin menurut Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir tematik tokoh terhadap kitab Khawatir al-Sya’rawi ?awl al-Qur’?n al-Kar?m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahmat Rasulullah SAW bersifat universal, tidak terbatas hanya kepada manusia, tetapi mencakup seluruh makhluk Allah SWT, baik mukmin maupun non-mukmin, bahkan alam semesta secara keseluruhan. Konsep rahmatan lil ‘alamin menurut al-Sya’rawi menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang humanis, persuasif, santun, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang. Konsep ini relevan dijadikan landasan teologis bagi penguatan dakwah moderat di tengah tantangan ekstremisme dan radikalisme keagamaan masa kini.
Copyrights © 2025