Era globalisasi telah membawa perkembangan dakwah di ruang media. Saat ini corak Islam telah nampak di ruang maya, di mana keragaman Islam telah ditunjukkan dalam berbagai akun media. Namun kendati demikian melihat perkembangan media, juga terdapat dilema terhadap narasi Islam yang berujung pada konflik. Untuk itu, etika dakwah menjadi peran strategis dalam penguatan program dakwah terutama di radio khususnya Radio Persada FM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam hal ini, peneliti ingin mengungkap secara dalam tentang peranan kebijakan yang diterapkan oleh pengelola radio persada FM Lamongan dalam memperkuat dan mengembangkan program mata acara dakwah. Untuk mengasilkan data yang akurat, peneliti mengumpulkan data melalui observasi di radio Persada FM, wawancara dengan pengelola radio Persada FM, dan telah dokumen yang medukung dalam perolehan data riset. Dari perolehan data tersebut, peneliti melakukan analisis, dengan model Miller dan Habermans melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan etika siaran dakwah telah memperkuat program mata acara dakwah yang menghasikan pesan dakwah sebagaimana kebutuhan masyarakat. Dengan berprinsip pada kebijakan yang mengatur program siaran dakwah sebagaimana tertunag dalam UU Penyiaran nomor 32 Tahun 2002 dan Fatwa MUI, maka Pengelola radio Persada FM mampu mengembangkan Program siaran dakwah bersifat dialogis, monologis, dan interaktif. Etika dakwah, Penguatan Program Mata Acara, Radio, Persada FM
Copyrights © 2025