Pupuk organik menjadi alternatif penting dalam budidaya padi sawah sebagai bagian dari upaya pertanian berkelanjutan. Selain memperbaiki kualitas tanah, penggunaannya diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan berbagai merek pupuk organik komersial terhadap pendapatan petani padi sawah. Kajian dilakukan melalui kegiatan demplot di UPTD BBITPH, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada musim tanam Juli–November 2024. Enam perlakuan pupuk organik yang diuji meliputi Best Farming, Grand Tomiks, Borneo Intech, Biora, Nasa, dan Gema Tani Etam. Analisis menunjukkan bahwa perlakuan Gema Tani Etam memberikan pendapatan usaha tani tertinggi sebesar Rp 17.613.603 per hektar, diikuti oleh Nasa sebesar Rp 13.904.516 per hektar. Pendapatan terendah diperoleh dari perlakuan Borneo Intech sebesar Rp 5.036.333 per hektar. Hal ini menyimpulkan bahwa pemilihan pupuk organik yang tepat dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan berbasis sistem pertanian berkelanjutan. Kata kunci: pupuk organik, pendapatan petani, padi sawah, Kalimantan Timur, usaha tani.
Copyrights © 2025