Gabah merupakan bahan baku utama beras yang harus melalui proses pengeringan untuk mencapai kadar air optimal (13–14%) guna mencegah kerusakan, pertumbuhan jamur, dan penurunan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kadar air gabah berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan atap otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses penjemuran. Sistem ini menggunakan lima sensor capacitive soil moisture sensor v1.2 untuk mendeteksi kadar air gabah secara merata, dilengkapi dengan sensor hujan FC-37 untuk memantau kondisi cuaca. Data yang diperoleh diproses oleh mikrokontroler ESP32 dan ditampilkan secara real-time pada LCD 16x2 I2C, serta dikirimkan ke pengguna melalui notifikasi telegram. Sistem juga mengintegrasikan motor servo untuk menggerakkan atap otomatis yang menutup saat hujan, dan membuka saat cuaca cerah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi tinggi dengan selisih pengukuran hanya 0% – 0,1% dibandingkan alat pembanding grain moisture meter AR991. Akurasi sensor capacitive soil moisture sensor v1.2 mencapai 99,34% – 100% dengan error 0% – 0,6%. Sistem berhasil mengirimkan notifikasi kadar air ke telegram saat mencapai 13%, serta membuka dan menutup atap secara otomatis berdasarkan respons sensor hujan.
Copyrights © 2026