Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi risiko penyalahgunaan NAPZA , memperkuat ketahanan mental remaja, dan membangun model sekolah tangguh anti NAPZA berbasis data di perdesaan. Pelaksanaannya dilaksanakan oleh Dosen Keperawatan Jiwa Institut Hasan Sulur bekerja sama dengan pihak sekolah, BNN Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Kesehatan, dan pemerintah desa. Metode yang digunakan antara lain pelatihan instrumen skrining, skrining kesehatan jiwa dengan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), skrining risiko penyalahgunaan NAPZA menggunakan Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST), edukasi kelompok, dan refleksi diri melalui kegiatan malam meditasi dan deklarasi anti NAPZA. Sasaran kegiatan adalah 107 siswa SMP dengan rentang usia 12–15 tahun. Hasil skrining menunjukkan lebih dari seperempat siswa memiliki skor emosional abnormal, dan paparan dini terhadap zat legal dan ilegal ditemukan risiko rendah hingga sedang. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi skrining ganda terpadu untuk pendidikan ketahanan dapat dilakukan secara kolaboratif di tingkat sekolah. Kendala berupa terbatasnya pendamping profesional dan kurangnya konseling lanjutan menjadi catatan untuk perbaikan di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain melalui penguatan jejaring lintas sektor dan pengembangan modul pembelajaran ketahanan mental secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026