Latar Belakang Hipertensi biasanya dimulai sebagai penyakit yang ringan lalu perlahan berkembang ke kondisi yang parah atau berbahaya (Mulyadi, 2015). Salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), Diperkirakan 1,13 miliar atau sekitar 15% orang di seluruh dunia menderita hipertensi, dua per tiganya tinggal dinegara berpenghasilan rendah dan menengah.Metode Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan jumlah sampel 90 orang. Proses analisis data menggunakan uji parametrik t (Paired Sampel t- test). Hasil Hasil uji statistik dengan Paired Sampel t-test pada kelompok intervensi diperoleh nilai signifikasi (p) = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 sehingga Ha diterima, artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam dan kelompok kontrol 0,331 yang berarti Ha ditolak, artinya bahwa tidak terdapat perbedaan antara pre-test dan pos-tes. Kesimpulan ada pengaruh terapi relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri kepala pada pengidap hipertensi .
Copyrights © 2022