Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh audit tenure terhadap earnings management serta menelaah bagaimana financial distress berperan sebagai variabel moderasi pada perusahaan properti dan real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Studi ini dilandasi oleh kekhawatiran bahwa hubungan auditor dan klien yang berlangsung terlalu lama dapat menurunkan independensi auditor dan kualitas pengawasan laporan keuangan. Menggunakan metode kuantitatif, penelitian memilih 18 perusahaan melalui purposive sampling untuk periode 2017–2021, dengan total 90 observasi. Earnings management diukur menggunakan Model Healy, audit tenure dihitung berdasarkan durasi kerja sama auditor dengan perusahaan, dan financial distress diukur melalui Altman Z-score. Pengujian hubungan antarvariabel dilakukan dengan regresi panel menggunakan random effect model. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa audit tenure tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap earnings management, sehingga panjangnya masa keterikatan auditor tidak berkaitan langsung dengan kecenderungan perusahaan memanipulasi laba. Di sisi lain, financial distress menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap earnings management, yang berarti kondisi keuangan yang lebih baik cenderung menurunkan praktik manipulasi laba. Selain itu, financial distress terbukti memoderasi hubungan audit tenure dan earnings management secara negatif, yang ditunjukkan oleh koefisien interaksi bernilai negatif. Artinya, semakin baik kondisi keuangan perusahaan, semakin melemah hubungan antara audit tenure dan manajemen laba. Hasil ini menekankan perlunya regulator maupun perusahaan memperhatikan kondisi finansial dalam mengidentifikasi risiko terjadinya earnings management.
Copyrights © 2026