Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah)
Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026

Apakah Likuiditas dan Leverage Masih Penting? Penilaian Kembali Terhadap Pertumbuhan Laba di Perusahaan Telekomunikasi Indonesia

Nasution, Abdillah Arif (Unknown)
Balatif, Muhammad Rijal (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor rasio keuangan yang memengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023, mengingat adanya fluktuasi pertumbuhan laba pada beberapa emiten selama periode tersebut. Meskipun Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan, temuan studi terdahulu masih tidak konsisten terkait pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap pertumbuhan laba, sehingga diperlukan pengujian empiris pada konteks subsektor telekomunikasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Current Ratio, dan Debt to Equity Ratio, Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif. Data yang digunakan adalah data sekunDebt to Equity Ratio. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah 22 perusahaan. Sampel penelitian ini adalah 18 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini mengindikasikan bahwa, pada konteks subsektor telekomunikasi, struktur pendanaan (leverage) lebih berperan dalam mendorong pertumbuhan laba dibandingkan kemampuan likuiditas jangka pendek. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris yang memperjelas ketidakkonsistenan hasil studi sebelumnya serta memperkuat pemahaman mengenai relevansi Debt to Equity Ratio sebagai indikator pertumbuhan laba pada subsektor telekomunikasi. Implikasinya, manajemen perlu mengoptimalkan kebijakan struktur modal dan pengelolaan utang secara produktif untuk meningkatkan pertumbuhan laba, sementara investor dapat menjadikan Debt to Equity Ratio sebagai indikator penting dalam menilai prospek pertumbuhan laba, dengan mempertimbangkan bahwa Current Ratio tidak dapat dijadikan prediktor utama pada periode pengamatan ini.

Copyrights © 2026