Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan konsentrasi spasial yang tinggi di Pulau Jawa, menciptakan ketimpangan wilayah yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan fenomena tersebut dengan menguji pengaruh Tingkat Urbanisasi dan Upah Minimum Regional (UMR) terhadap Aglomerasi Industri Manufaktur di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup enam provinsi di Pulau Jawa selama periode 2014–2023. Data dianalisis menggunakan Regresi Data Panel untuk mengestimasi hubungan sebab-akibat antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Urbanisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap aglomerasi industri, mengonfirmasi teori New Economic Geography mengenai keuntungan ketersediaan tenaga kerja dan akses pasar di wilayah perkotaan. Sebaliknya, UMR berpengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa tingginya biaya tenaga kerja bertindak sebagai gaya sentrifugal yang mendorong relokasi industri ke wilayah dengan upah yang lebih kompetitif. Disimpulkan bahwa pola spasial industri di Jawa dibentuk oleh trade-off antara manfaat aglomerasi perkotaan dan tekanan biaya produksi, yang menyebabkan terjadinya restrukturisasi spasial aktivitas manufaktur di pulau tersebut
Copyrights © 2025