Penelitian ini mengkaji hubungan antara body image dan kesehatan mental remaja melalui studi kepustakaan. Masa remaja merupakan fase perkembangan dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat sehingga berpengaruh pada cara individu memersepsikan dan menilai tubuhnya. Body image negatif semakin meningkat seiring tekanan sosial dan paparan media yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi terhadap tubuh berdampak pada kesejahteraan emosional dan psikologis remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, dan literatur relevan terkait body image dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image negatif berkaitan erat dengan kecemasan, depresi, harga diri rendah, penarikan diri sosial, serta perilaku makan tidak sehat seperti diet ekstrem. Sebaliknya, body image positif berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, regulasi emosi yang baik, serta stabilitas kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan literasi media, dukungan sosial, serta layanan konseling yang berfokus pada penerimaan diri sangat penting untuk memperkuat kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2025