Kecerdasan emosional merupakan kemampuan penting bagi guru dalam menghadapi tekanan kerja sehari-hari di sekolah. Namun, banyak guru masih mengalami kesulitan menjaga stabilitas emosi ketika harus menyelesaikan tugas administrasi, mengelola kelas, dan memenuhi target pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada cara guru merespons masalah, mengambil keputusan, dan berkomunikasi di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman guru dalam memanfaatkan kecerdasan emosional untuk mengelola tekanan kerja harian serta memahami bagaimana kemampuan tersebut mendukung pelaksanaan tugas profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara selama 30–45 menit dengan dua guru dari 2 mata pelajaran berbeda yang dipilih melalui teknik purposive sampling (pemilihan subjek yang sesuai dengan tujuan penelitian), kemudian dianalisis dengan mencari makna dalam data. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa guru yang mampu mengendalikan emosi, tetap tenang, dan memiliki motivasi, lebih mampu menghadapi tekanan kerja setiap hari. Sebaliknya, Guru yang kesulitan mengatur emosi cenderung kurang berhasil dalam melaksanakan tugas. Hal ini menegaskan pentingnya kecerdasan emosional. Sekolah sebaiknya menyediakan pelatihan pengelolaan emosi dan strategi mengurangi stres untuk mendukung kesejahteraan guru
Copyrights © 2025