Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda, terutama di wilayah pedesaan yang mulai terpapar berbagai bentuk peredaran zat adiktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi komunikasi efektif orang tua dalam upaya pencegahan narkoba melalui pemberdayaan kelompok Ibu PKK di Nagari Sumpur Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anggota PKK, orang tua, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai-nilai lokal mampu meningkatkan kesadaran orang tua terhadap bahaya narkoba dan memperkuat peran keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak. Pemberdayaan Ibu PKK sebagai agen edukasi dan fasilitator komunikasi keluarga terbukti efektif dalam membangun jejaring sosial yang mendukung pencegahan narkoba secara kolektif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas komunikasi keluarga melalui pelatihan, modul edukatif, dan sinergi antara pemerintah nagari dan lembaga pendidikan.
Copyrights © 2025