Pembelajaran di Sekolah Dasar sering menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik, seperti kemampuan, minat, gaya belajar, dan latar belakang sosial-budaya. Kondisi ini berpotensi menurunkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar jika pembelajaran diterapkan seragam. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi diferensiasi pembelajaran sebagai strategi responsif terhadap keragaman peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, berupa analisis artikel ilmiah, buku, dan publikasi terkait konsep, prinsip, dan implementasi diferensiasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi melalui penyesuaian isi, proses, dan produk berdasarkan kesiapan, minat, dan peserta didik dapat meningkatkan keterlibatan, partisipasi, dan pemahaman, serta mendorong tanggung jawab mereka terhadap proses belajar. Pendekatan ini selaras dengan teori konstruktivisme dan multiple intelligences serta mendukung prinsip pendidikan inklusif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, strategi bertahap, kolaborasi guru, dan dukungan lembaga terbukti efektif. Diferensiasi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar serta menciptakan pendidikan yang bermakna dan adil
Copyrights © 2025