Perubahan nilai tukar valuta asing merupakan sumber risiko keuangan utama bagi perusahaan yang menjalankan aktivitas internasional, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki eksposur valuta asing tinggi pada pendapatan, biaya operasional, dan kewajiban pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan risiko nilai tukar melalui rekayasa finansial dengan mengidentifikasi berbagai bentuk exposure serta dampak fluktuasi kurs terhadap kerugian selisih kurs. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar domestik meningkatkan beban dan kewajiban valuta asing sehingga menekan kinerja keuangan. Penerapan instrumen rekayasa finansial mampu mengurangi volatilitas dan risiko nilai tukar, meskipun belum mencakup seluruh eksposur. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen risiko valuta asing yang terstruktur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025