Penelitian ini menganalisis implementasi proyek Kafue Gorge Lower (KGL) Hydropower Project di Zambia sebagai bagian dari penerapan Green Silk Road (GSR) dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) China. Meskipun diklaim sebagai investasi hijau yang mendukung transisi energi berkelanjutan, penelitian ini mengkaji apakah proyek tersebut benar-benar mencerminkan komitmen pembangunan hijau atau justru mereproduksi pola neokolonialisme melalui ketergantungan finansial, teknologis, dan politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, penelitian ini mengintegrasikan teori Neokolonialisme (Nkrumah), konsep soft power (Nye), serta kritik green colonialism sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun proyek KGL berhasil meningkatkan kapasitas listrik Zambia dan memperkuat infrastruktur energi nasional, skema pembiayaan yang didominasi oleh pinjaman dari China Exim Bank, minimnya transparansi kontrak, serta dominasi kontraktor dan teknologi China menghasilkan ketergantungan struktural jangka panjang. Narasi pembangunan hijau dalam GSR berfungsi sebagai instrumen legitimasi politik yang menutupi praktik ekspansi geopolitik China dan memperhalus pola debt trap diplomacy di Zambia. Dengan demikian, proyek KGL tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur energi, tetapi juga sebagai alat strategis yang memperkuat posisi ekonomi-politik China di Afrika Selatan.
Copyrights © 2025