Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan kepraktisan ABEMA (Ayo Belajar Majas), yaitu media pembelajaran interaktif berbasis kultural Bali untuk meningkatkan pemahaman majas siswa fase C sekolah dasar. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dibatasi hingga tahap implementasi dengan fokus pada uji kelayakan dan kepraktisan media. Uji kelayakan dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan siswa. Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa media ABEMA dinyatakan sangat layak digunakan dengan persentase kelayakan ahli media sebesar 86,5% dan ahli materi sebesar 85,5%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan kategori sangat layak, dengan skor 82,5% dari guru dan 82,7% dari siswa. Media dinilai menarik, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran majas. Kebaruan: ABEMA menghadirkan inovasi berupa integrasi unsur kearifan lokal Bali seperti tradisi, simbol adat, tarian, dan kehidupan budaya setempat ke dalam media pembelajaran majas berbasis Android. Integrasi ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung penguatan literasi bahasa dan karakter budaya siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026