Penelitian ini menganalisis pengaruh musim dan permintaan terhadap kinerja rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menggunakan metode SCOR dan Objective Matrix (OMAX) dengan evaluasi Traffic Light System (TLS). Data primer dan sekunder tahun 2023-2024 menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p=0,004) kinerja rantai pasok antara musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan, kinerja produksi dan distribusi terpengaruh oleh cuaca buruk, dengan margin pemasaran lebih kecil dan farmer's share sebesar 82,94%, sementara musim kemarau menunjukan produktivitas lebih baik namun dengan over-supply, margin pemasaran melebar dan farmer's share menurun menjadi 65,52%. Titik kritis kinerja terdapat pada akurasi perencanaan, kerusakan produk, biaya distribusi, serta penanganan retur. Rekomendasi meliputi peningkatan perencanaan berbasis cuaca, pengendalian hama, diversifikasi saluran pemasaran, dan penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2025