Sektor pertanian Indonesia memiliki peran penting dalam ekspor non-migas dengan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kopi dan kakao. Seiring meningkatnya standar keberlanjutan global, beban lingkungan dari aktivitas ekspor perlu menjadi perhatian. Studi ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara biaya lingkungan dan kinerja ekspor produk pertanian Indonesia dalam konteks integrasi perdagangan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif ditemukan pertumbuhan biaya lingkungan dari aktivitas ekspor di sektor pertanian memiliki tren yang positif dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dari pertumbuhan ekspor sektor pertanian. Biaya lingkungan memiliki korelasi yang positif dan kuat dengan ekspor sektor pertanian, menunjukkan bahwa peningkatan ekspor masih sangat tergantung pada intensifikasi energi. Temuan ini mengindikasikan perlunya transformasi ekspor pertanian ke arah yang lebih efisien dan rendah emisi agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.
Copyrights © 2025