Transformasi digital meningkatkan efisiensi organisasi, namun juga memperbesar risiko ancaman keamanan siber, khususnya serangan berbasis email dan kebocoran data. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi manajemen sekuriti di perusahaan melalui studi kasus yang berfokus pada serangan email di sektor keuangan, penerapan Zero Trust Architecture (ZTA) di startup, serta pembelajaran dari kasus kebocoran data besar di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa serangan phishing dan Business Email Compromise (BEC) menjadi ancaman utama yang berdampak pada kerugian finansial dan reputasi organisasi. Penerapan manajemen sekuriti terintegrasi berbasis Zero Trust mampu meningkatkan perlindungan aset digital melalui verifikasi berkelanjutan, pengendalian akses, dan pemantauan sistem. Studi ini menegaskan pentingnya sinergi antara aspek teknis, kebijakan, dan kesadaran sumber daya manusia dalam menjaga keberlanjutan organisasi di era digital.
Copyrights © 2025