Latar Belakang: Pada tahun 2013, Kota Bengkulu yang merupakan kota atau kabupaten tertinggi ketiga di provinsi ini memiliki prevalensi ISPA sebesar 19,50% berdasarkan diagnosis petugas kesehatan dan 29,13% berdasarkan diagnosis bergejala. Namun, prevalensi ISPA berdasarkan diagnosis profesional medis turun menjadi 7,3% pada tahun 2013 dan prevalensi ISPA berdasarkan diagnosis dengan gejala turun menjadi 14,3% pada tahun 2013. Meskipun ISPA lebih jarang di Kota Bengkulu, masih ada. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Studi ini dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2024 di Kecamatan Teluk Sepang. Studi ini melibatkan 53 sampel secara keseluruhan, dan masing-masing diuji menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor berkorelasi dengan kejadian ISPA (influenza-like illness) pada balita di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu, termasuk pengetahuan (P Value=0.017), sikap (P Value=0.024), kebiasaan merokok anggota keluarga (P Value=0.017), dan pemberian ASI eksklusif (P Value=0.000). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang cukup besar antara pengetahuan, sikap, merokok, dan pemberian ASI eksklusif dengan kasus ISPA pada balita di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu.
Copyrights © 2025