Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas sabun cuci tangan cair yang dibuat dari kulit jeruk lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali sebagai bahan baku limbah organik yang berpotensi antibakteri. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan pengembangan produk melalui tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Kulit jeruk diekstraksi dan diformulasikan menjadi sabun cair, kemudian diuji berdasarkan warna, aroma, daya busa, nilai keasaman, serta kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba melalui pengamatan pada roti tawar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil setiap parameter pada ketiga jenis sabun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun kulit jeruk nipis memiliki warna paling jernih dan pH netral, sabun kulit jeruk lemon menghasilkan daya busa tertinggi, sedangkan sabun kulit jeruk bali menunjukkan kemampuan antibakteri paling efektif dan kestabilan fisik yang lebih baik. Temuan penting penelitian ini menegaskan bahwa variasi jenis kulit jeruk memengaruhi kualitas fisik dan fungsional sabun cair, serta menunjukkan potensi limbah kulit jeruk sebagai bahan inovasi produk kebersihan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026