Salah satu bencana yang sering terjadi akibat kelalaian kecil sekalipun adalah kebakaran yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Penelitian ini bertujuan melaksanakan rancang bangun prototipe sistem deteksi kebakaran rumah terintegrasi telegram dan aplikasi online berbasis Internet of Things (iot) untuk mencegah terjadinya kebakaran dan meminimalisir korban jiwa. Sistem terintegrasi akan memberikan peringatan dalam bentuk notifikasi Telegram dan mengirimkan data pada aplikasi Blynk sehingga keadaan rumah dapat dipantau dari jarak jauh. Sistem dirancang dengan tiga level kebakaran. Level 1 (Level Aman) bekerja saat suhu ruangan ≤ 33 ◦C dan kepekatan asap 200 ppm. Level 2 (Level Waspada) bekerja saat suhu ruangan 34-39 ◦C dan kepekatan asap 200 – 349 ppm. Level 3 (Level Bahaya) bekerja saat terdeteksi adanya api, suhu ruangan ≥ 40 ◦C dan kepekatan asap > 350 ppm. Prototipe ini dilengkapi dengan sistem otomatis saat listrik padam menggunakan sensor api KY-026, sensor MQ-2, dan sensor DHT11. Sistem juga menerapkan kontak otomatis dengan power bank yang memberikan tegangan AC ke DC.
Copyrights © 2026