Produksi jagung di Desa Kambawuna menghasilkan volume limbah pertanian yang cukup besar, namun pemanfaatannya sebagai pupuk kompos belum optimal akibat rendahnya pengetahuan sebagian petani mengenai teknik pengolahan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan petani jagung tentang pengolahan limbah jagung menjadi pupuk kompos di Desa Kambawuna, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 23 responden yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 15 pertanyaan benar–salah terkait pengetahuan pengomposan dan dianalisis menggunakan skoring serta pengelompokan kategori pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47,83% petani memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 30,43% berada pada kategori sedang, dan 21,74% berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar petani telah memahami dasar-dasar pengomposan, meskipun masih terdapat kelompok yang memerlukan peningkatan pemahaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyuluhan berkelanjutan dan pelatihan praktis untuk memperkuat kemampuan petani dalam memanfaatkan limbah jagung secara optimal sebagai pupuk kompos guna mendukung pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025