Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram, menghadapi keterbatasan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi fasilitas umum dan permukiman. Kondisi ini mendorong pemerintah mengembangkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Program P2L dilaksanakan melalui kerja sama kelompok masyarakat, termasuk kelompok wanita tani, dan telah diterapkan di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wanita tani terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Selaparang. Responden penelitian terdiri atas 30 orang anggota dari lima kelompok wanita tani pelaksana program P2L, dengan masing-masing kelompok diwakili oleh enam responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wanita tani terhadap Program P2L tergolong dalam kategori baik, berdasarkan lima aspek penilaian, yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan, dan keteramatan. Adapun kendala utama dalam pelaksanaan program meliputi serangan hama dan penyakit tanaman, cuaca yang tidak menentu, gangguan hewan ternak, serta kurangnya monitoring dari penyuluh pendamping program P2L.
Copyrights © 2025