Usahatani cabai merah di Indonesia memegang peranan penting dalam sektor pertanian, namun dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga, perubahan iklim, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani cabai merah di Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Hortikultura (BBH) Cimangkok. Studi deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode purposive sampling untuk penarikan sampel, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis mencakup struktur biaya produksi (tetap dan variabel), parameter hasil produksi (kuantitas, harga jual, dan pendapatan), posisi titik impas (BEP), dan rasio biaya-pendapatan (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp 2.117.000, dengan biaya tetap Rp 300.000 (penyusutan bambu) dan biaya variabel Rp 1.817.000. Pendapatan potensial mencapai Rp 10.000.000 dari hasil panen 1.000 kg cabai merah yang dipanen dalam keadaan hijau dengan harga jual Rp 10.000/kg. Indikator kelayakan finansial sangat positif: R/C Rasio 4.72, BEP Unit 37 kg (dengan surplus produksi 963 kg dari impas), dan BEP Harga Rp 2.117/kg (jauh di bawah harga jual aktual Rp 10.000/kg). Keseluruhan analisis menunjukkan usahatani cabai merah di lokasi penelitian sangat layak secara finansial.
Copyrights © 2025