Agrita
Vol 7, No 2 (2025): December

BAURAN PEMASARAN BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) POTONG DI KELOMPOK TANI MANDIRI DESA SINDANGLAYA KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR

Triwigandi, Rika (Unknown)
Basuni, Raden Ruli (Unknown)
Dwidjayanti, Desi (Unknown)
Zuber, Zuber (Unknown)
Rahmah, Siti Yiyis (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Bunga krisan (Chrysanthemum sp.) potong adalah komoditas hortikultura tanaman hias populer di Indonesia yang memiliki daya tahan lama, beragam warna dan bentuk menarik. Selain daripada itu, banyak diminati untuk pernikahan, keagamaan atau kegiatan formal dan produk utama di toko bunga ataupun pasar grosir. Tingginya permintaan menunjukkan potensi pasar yang besar sehingga petani memiliki peluang menjanjikan untuk mengembangkan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk peluang pasar dengan melalui penerapan bauran pemasaran (marketing mix) yang mencakup aspek produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Mandiri Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2025. Populasi yang digunakan 60 petani budidaya dan pemasaran bunga krisan (Chrysanthemum sp.) potong di Kelompok Tani Mandiri dan sampelnya 24 responden yang terdiri dari 22 petani, seorang pengepul, pedagang/pengecer dan seorang konsumen akhir. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran (marketing mix), bahwa bunga krisan (Chrysanthemum sp.) kelas super memiliki margin pemasaran Rp.4.000, kelas biasa 3.00, kelas campuran 2.200 dengan farmer share pada kelas super 73%, kelas biasa 71% dan pada kelas campuran 83%. Distribusi margin kelas super pada pengepul 25%, pedagang besar 25% dan pengecer 50%. Kelas biasa pada pengepul 29%, pedagang besar 29%, pengecer 43%. Kelas campuran pada pengepul 100%. Efisiensi pemasaran pada kelas super 13%, kelas biasa 17%, kelas campuran 8%. Dapat disimpulkan bahwa margin pemasaran terdistribusi merata antar pelaku/lembaga pemasaran dan tingkat efisiensi terbaik pada angka 8% yaitu kelas campuran.

Copyrights © 2025