Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami motivasi kerja narapidana dalam mengikuti program pembinaan kemandirian sebagai barista di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, dengan menggunakan teori motivasi McClelland sebagai landasan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narapidana memiliki motivasi kerja yang cukup tinggi, yang dapat diklasifikasikan ke dalam tiga aspek teori McClelland, yaitu motivasi berprestasi (achievement), afiliasi (affiliation), dan kekuasaan (power). Meskipun demikian, pelaksanaan program pembinaan belum berjalan secara optimal karena beberapa kendala, seperti kurangnya jumlah petugas pemasyarakatan, minimnya kerja sama dengan pihak ketiga, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dukungan dan pengembangan program pembinaan agar tujuan reintegrasi sosial narapidana dapat tercapai secara efektif.
Copyrights © 2026