Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan narapidana serta memperkenalkan produk yang dihasilkan melalui saluran pemasaran yang efisien, mengingat terbatasnya sumber daya di Rutan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana media sosial dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemasaran produk paving block dan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pemasaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung di Rutan Kelas IIB Balige. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran melalui media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, efektif untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan dengan biaya rendah. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet, keterbatasan keterampilan digital narapidana, dan masalah distribusi produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa optimalisasi pemasaran melalui media sosial dapat meningkatkan penjualan dan keterampilan wirausaha narapidana, namun diperlukan peningkatan infrastruktur dan pelatihan lebih lanjut agar program ini dapat berjalan lebih efektif.
Copyrights © 2026