Artikel ini membahas mengenai kaitan antara kepentingan pribadi, etika, dan motif keuntungan dalam praktik ekonomi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus menyoroti berbagai kasus yang merefleksikan dilema bisnis di era keberlanjutan. Kasus pertambangan nikel di Pulau Gag, dan skandal korupsi timah menjadi contoh nyata bagaimana kepentingan pribadi tidak dapat dikendalikan, sehingga mengabaikan etika dan berdampak pada kerusakan ekologis serta degradasi sosial. Sementara itu, banyak Perusahaan yang berhasil mengintegrasikan etika dan tanggung jawab sosial ke dalam strategi bisnis mereka, salah satunya Paragon Corp. Hasil penelitian memaparkan mengenai pentingnya keseimbangan antara Kepentingan Pribadi, Etika, dan motif Keuntungan guna mewujudkan praktik ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, namun juga berkeadilan sosial dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026