Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tahun 2024 merefleksikan dinamika demokrasi kampus yang dipengaruhi relasi kuasa antara pasangan calon dan tim sukses. Fenomena penarikan berkas pencalonan dan keterlibatan tim sukses dalam strategi kampanye menunjukkan bahwa praktik politik mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh visi-misi pasangan calon, melainkan juga oleh kuasa yang mengarahkan jalannya kontestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa terbentuk dan bekerja dalam Pemira FKIP Untirta 2024 dengan menggunakan teori Michel Foucault mengenai wacana dan kekuatan disiplin. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif metode Fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pasangan calon, tim sukses, serta mahasiswa, dan didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa bersifat dominatif sekaligus kolaboratif. Tim sukses tidak hanya mengatur strategi teknis, tetapi juga membentuk identitas politik pasangan calon melalui wacana serta mekanisme pengawasan, normalisasi, dan evaluasi. Relasi ini melahirkan subjek politik yang disiplin dan terarah, namun juga memperlihatkan dinamika dominasi terselubung. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami Pemira bukan sekadar proses pemilihan, melainkan arena pembentukan subjek politik mahasiswa dan cerminan demokrasi kampus yang kompleks.
Copyrights © 2026