Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan kemandirian berbasis industri kreatif di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Jakarta. Fokus utamanya adalah untuk mengetahui efektivitas, faktor pendukung, serta hambatan dalam pelatihan kerja yang mengarah pada kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat pembinaan kerja, instruktur, dan warga binaan yang aktif dalam kegiatan industri kreatif seperti pengoperasian mesin CNC, pembuatan paving block, sablon, dan konveksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan berbasis industri kreatif berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan, motivasi, dan kepercayaan diri warga binaan. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Kesimpulannya, pembinaan industri kreatif efektif dalam mendukung rehabilitasi sosial dan ekonomi warga binaan. Disarankan agar Lapas meningkatkan fasilitas pelatihan, memperluas kerja sama dengan sektor industri, dan mengoptimalkan pemasaran hasil karya untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan.
Copyrights © 2026