Penelitian ini membahas implementasi tata kelola pengelolaan sampah di Kota Serang dengan menyoroti peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya volume sampah yang mencapai lebih dari 225 ribu ton per tahun dengan tingkat pengurangan yang masih rendah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bank sampah, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan berbasis prinsip 3R dan inovasi seperti Bank Sampah Digital telah memberikan dampak positif, namun efektivitasnya masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas, anggaran, dan rendahnya partisipasi publik. Dalam perspektif teori John Locke, legitimasi kebijakan bergantung pada persetujuan dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, DLH, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola sampah yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan di Kota Serang.
Copyrights © 2026