Ancaman zoonosis vektor nyamuk mengakibatkan penyakit malaria, Demam Berdarah Dengue dan filariasis sehingga mengancam keselamatan jiwa manusia, keresahan sosial, keamanan masyarakat, kerugian ekonomi dan menghambat pembangunan di IKN. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat IKN dan daerah penyangga merupakan wilayah endemik malaria dan ditemukan kasus pekerja IKN terkena malaria. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengidentifikasi ancaman zoonosis vektor nyamuk dan pemodelan penyebarannya di Ibu Kota Negara Nusantara, Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif melalui wawancara pakar di bidangnya berdasarkan pemodelan penyebaran penyakit di Ibu Kota Nusantara yang sedang di Bangun berdasarkan data pada daerah pendukung. Hasil penelitian menjelaskan (1) ancaman vektor nyamuk mengancam keselamatan jiwa manusia dan berdampak kerugian ekonomi (2) Kebijakan pencegahan penyakit zoonosis vektor nyamuk dilakukan melalui tindakan pence gahan dan antisipasi yang melibatkan kerjasama dengan kementerian dan lembaga negara lainnya. (3) Pemanfatan sistem surveillance penyakit malaria (SISMAL) belum sepenuhnya maksimal dan efektif. (4) Fasilitas kesehatan, fasilitas pendukung kesehatan, jejaring kesehatan dan terus disiapkan untuk penguatan kompetensi, deteksi dini, pencegahan penularan malaria dan demam berdarah (5) Potensi senjata biologis dalam penggunaan vektor nyamuk dipengaruhi teknologi, heterogenitas jenis malaria dan intervensi negara lain kepada Indonesia. (6) Strategi mengatasi potensi ancaman malaria dan DBD menjadi epidemi di IKN Nusantara adalah monitoring rutin, koordinasi antar kementerian dan lembaga negara, serta penelitian, pengembangan dan penerapan vaksin mRNA.
Copyrights © 2026