Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran Kampung Budaya Sindangbarang sebagai desa wisata budaya tertua di Jawa Barat serta merumuskan strategi penguatan promosi melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran belum terintegrasi dalam kerangka Integrated Marketing Communication (IMC). Aktivitas bauran promosi dijalankan secara parsial tanpa perencanaan pesan dan konsistensi komunikasi. Kekuatan utama terletak pada autentisitas budaya, tradisi Serentaun, dan pengalaman homestay rumah adat, sementara kelemahan mencakup keterbatasan sumber daya manusia dan literasi digital. Peluang pengembangan muncul melalui digitalisasi promosi dan tren wisata budaya, sedangkan ancaman berasal dari dominasi destinasi wisata modern dengan branding visual yang lebih kuat. Analisis SWOT menghasilkan empat strategi utama, yaitu penguatan branding budaya, transformasi digital, penguatan narasi budaya, dan restrukturisasi tim promosi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan IMC berbasis storytelling budaya untuk meningkatkan daya saing desa wisata budaya
Copyrights © 2026