Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan nama gerai kopi berdasarkan bentuk lingual dan proses sintaksisnya. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi pada beberapa gerai kopi di Jakarta Selatan. Metode pengumpulan data dalam penelitian diperoleh dengan teknik observasi dan dokumentasi dengan menggunakan kamera gawai (smartphone). Berdasarkan hasil analisis bentuk lingual dan proses sintaksis penamaan kedai kopi di Jakarta Selatan, dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Terdapat tiga bentuk lingual penamaan, yakni bentuk kata, frasa dan kalimat majemuk. (2) Terdapat 10 struktur sintaksis pada penamaan gerai kopi di kota Jakarta Selatan, yakni nomina, nomina + nomina, nomina + adjektiva, nomina + verba, nomina + preposisi + nomina, verba + nomina, adjektiva + nomina, nomina+nomina+numeralia, dan konjungsi +nomina+verba. Pola penamaan gerai kopi cenderung menggunakan kata KOPI atau COFFE sebagai CTA atau call to action bagi penggemar kopi di daerah urban, sedangkan nama jenama sendiri memiliki sebuah value sehingga didapatkan struktur penamaan yakni, value + CTA ataupun sebaliknya karena struktur seperti ini dinilai lebih berterima di masyarakat perkotaan. Penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya berfokus pada penamaan gerai bisnis lainnya untuk memperkaya penelitian lanskap linguistik mengenai penamaan pada sektor bisnis lainnya. Hal ini terjadi karena di era sekarang, penamaan bisnis sedang berkembang pesat dan menarik perhatian. Kata kunci: Sintaksis, Penamaan, Gerai Kopi, Jakarta Selatan
Copyrights © 2025