Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY) dalam memanfaatkan literasi digital sebagai sarana penyelesaian tugas akademik. Di tengah era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan kemudahan akses melalui berbagai platform digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut secara efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada beberapa informan mahasiswa FAI UMY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif menggunakan media sosial dan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan X (Twitter) sebagai sumber referensi. Namun demikian, tantangan seperti keberadaan informasi yang tidak valid, hoaks, dan bias digital menjadi hambatan yang memerlukan keterampilan berpikir kritis dan selektivitas dalam penggunaan media. Literasi digital terbukti tidak hanya berperan dalam menunjang tugas akademik, tetapi juga dalam membentuk kemampuan analitis, evaluatif, serta pemecahan masalah mahasiswa. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap etika digital, serta strategi pembelajaran yang mendukung penguatan berpikir kritis berbasis literasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025