Era disrupsi digital telah mengubah lanskap pendidikan Islam, termasuk pondok pesantren, yang dituntut untuk beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dakwah Pondok Pesantren Qurrota Ayun Condet dalam mengembangkan kewirausahaan santri sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran dakwah Islam di era disrupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan member checking untuk menjaga validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah Pondok Pesantren Qurrota Ayun Condet menerapkan strategi terencana dalam pengembangan kewirausahaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi berbasis digital. Pesantren mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam kegiatan usaha dan program dakwah, seperti kejujuran, amanah, dan tanggung jawab, sehingga kewirausahaan menjadi media dakwah bil hal dan pembentukan karakter santri. Program dakwah unggulan yang dikembangkan meliputi dakwah ekonomi melalui unit usaha kreatif, koperasi pesantren, jasa laundry, dan produksi konten digital dakwah. Implementasi teknologi informasi, kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta, serta pembelajaran berbasis praktik menjadi faktor utama keberhasilan program dakwah dan kewirausahaan. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan SDM, modal, dan adaptasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model manajemen dakwah dan kewirausahaan pesantren yang integratif dan berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2025