Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam pemaknaan konsep-konsep keagamaan seperti jihad, dengan media global seperti film Mosul (2019) sering kali menyederhanakan dan mereduksi maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana film Mosul mempengaruhi persepsi publik tentang jihad dan memberikan wawasan tentang cara mengatasi distorsi makna jihad di era globalisasi. Penelitian ini berpendapat bahwa media global berkontribusi pada distorsi makna jihad melalui pemaknaan yang simplistik dan dramatis. Menggunakan teori “cultural imperialism”, “rigging the free market”, dan “current debates”, penelitian ini menganalisis dampak media terhadap persepsi publik. Metodologi yang digunakan adalah analisis wacana dengan pendekatan media, mencakup analisis isi dan wawancara. Analisis menunjukkan bahwa film ini memperkuat stereotip negatif tentang jihad, dan penting untuk meningkatkan literasi media agar publik dapat memahami representasi ini secara lebih kritis dan seimbang. Sebagai kesimpulan, globalisasi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap diskursus makna jihad, terutama melalui representasi media seperti film Mosul (2019). Refleksi dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi publik tentang jihad cenderung dipengaruhi oleh narasi global yang sering kali tidak akurat. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya peningkatan literasi media dan kesadaran kritis dalam mengkonsumsi informasi dari media global. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan analitis dalam menilai media secara kritis. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi makna jihad dalam berbagai bentuk media lain dan mengembangkan strategi edukasi yang efektif untuk mengatasi distorsi makna jihad. Dengan demikian, diharapkan pemahaman publik tentang jihad dapat lebih akurat dan seimbang.
Copyrights © 2025