Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variabel inflasi, suku bunga, cadangan devisa, serta jumlah uang beredar terhadap nilai tukar Rupiah, guna memverifikasi Teori Kuantitas Uang di konteks ekonomi Indonesia. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan dengan data sekunder runtun waktu sebanyak 60 observasi, yang diolah melalui regresi linear berganda. Hasil analisis empiris mengindikasikan bahwa secara bersama-sama, variabel makroekonomi tersebut memengaruhi nilai tukar secara kuat, dengan kemampuan model menjelaskan hingga 96,6 persen variasi. Secara khusus, cadangan devisa dan jumlah uang beredar menunjukkan pengaruh positif serta signifikan, yang menegaskan bahwa peningkatan likuiditas cenderung melemahkan nilai tukar. Di sisi lain, inflasi dan suku bunga terbukti tidak signifikan, mencerminkan respons pasar yang lemah terhadap kebijakan jangka pendek semacam itu. Studi ini menyumbang bukti empiris bahwa faktor moneter fundamental berbasis volume uang lebih dominan daripada suku bunga dalam memengaruhi kurs. Oleh karena itu, regulator disarankan mengutamakan pengendalian ketat jumlah uang beredar dalam strategi stabilisasi nilai tukar, ketimbang hanya mengandalkan penyesuaian suku bunga acuan.
Copyrights © 2025